Surat Cinta Bagi Penuntut Ilmu: Sepucuk Harapan di Setiap Lembaran
Harapan seorang faqir kepada segenap sivitas akademika dan para mahasiswa atau mahasantri dalam berjuang menuntut ilmu
Istruksi 1
"harapan"
Aku memuji pada zat yang 'aziz dan 'adhim dengan segala keperkasaannya tak ada tuhan selain dia dan tak ada sekutu bagi-Nya. aku memohon pertolongan dan ampunan karena tidak ada daya dan upaya yang bisa aku lakukan kalau tidak karena Allah tuhan semesta alam. puji-pujian sholawat kepada hamba paling mulia yang diutus oleh-Nya sebagai pendidik dan pencerah umat seluruh alam Nabi Muhammad saw. semoga sholawat dan salam tercurah selalu kepadanya.
Di dalam surat ini, terukir harapan-harapan besar bagi penuntut ilmu yang sedang berjuang meraih impiannya. Bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi pesan tulus dari lubuk hati terdalam yang membimbing langkah di tengah kegelisahan dan semangat yang terkadang goyah. Surat cinta ini mengajak kita untuk meresapi setiap hikmah dari proses pembelajaran, merayakan perjuangan kecil, dan menghargai setiap jengkal perjalanan menuju pencerahan.
Surat cinta ini bukan hanya untuk mereka yang mencintai ilmu, tetapi juga bagi siapa saja yang merindukan cahaya pengetahuan di tengah hiruk-pikuk dunia. Semoga setiap lembaran yang terurai dari surat ini menjadi pengingat bahwa cinta kepada ilmu adalah kompas sejati yang akan selalu menuntun kita, meski badai menghadang di depan.
Nikmatilah dengan hati nurani dan akal cerdas yang Allah titipkan kepada kalian segenap sivitas akademika baik mahasiswa atau mahasantri, semoga tulisan ini memberikan sentuhan hati kalian agar tetap berjuang dan semangat menuntut ilmu dimana pun, kapanpun baik ketika sudah berkeluarga dan disibukkan dengan bekerja, tetaplah jadi bagian dari luasnya samudra kehidupan diantara kita yakni ilmu. semoga kalian diberikan rahmat dan kekuatan dalam membaca tulisan saya.
Instruksi 2
"Menata Niat"
Menata niat menjadi hal yang paling inti dari segala perbuatan, dikatakan dalam hadis Nabi Muhammad Saw yang disampaikan oleh sahabat ibnu umar dan ditulis dalam kitab Imam Nawawi yang masyhur yakni, arbain nawawi
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
Instruksi 3
"Jauhi Maksiat"
Maksiat adalah racun, Pemaksiat adalah peminum racun.
Berulang kali kau tahu bahwa tak ada yang bisa menghijabmu dari pandangan-Nya melainkan maksiat yang kau perbuat.
Aku ulangi maksiat adalah racun yang mematikan.
Mematikan akal,
Mematikan qalbu,
Mematikan daya,
Mematikan segala hal.
Kamu tahu maksiat pembawa petaka, namun kenapa kamu masih bermaksiat?
Ada apa dengan dirimu heyy...?
Kamu telah menyimpang dari jalur-Nya.
Apa masih kurang kah nikmat yang diberikan kepadanya?
Ya Allah....
Kau tak merasakan nikmat beribadah,
Nikmat menghafal
Nikmat belajar
Apa tidak cukup indikator ini untuk kamu bertaubat kepadanya...
Maksiat tak akan pernah merasakan manisnya ibadah dan manisnya mencari ilmu.
Muhasabah
"jangan merasa bangga dengan dirimu saat ini yang selalu dalam ketaatan dan serius dalam talab ilmu, namun berhati-hatilah dan waspada dengan semua itu.
Apa waspadanya? Ujub dan merasa bangga diri."
Dimas, 6 Desember 2024
Instruksi 4
"Bertaubat"
Masih bisakah aku kembali?
Dalam rentetan sejarah, aku terlelap di dalam kejadiannya. Aku tak menyangka perjalananku tergelincir karena aku terlelap didalamnya.
Aku lupa akan kewaspadaan,
Aku lupa akan jalan tujuan,
Aku lupa segala hal tentang hakikat ini.
Masih bisakah aku kembali?
Kembali pada niat dan tujuan,
Kembali pada jalan-Mu,
Kembali pada syariatmu,
Aku jengkel pada diriku, kenapa tak pernah bisa seperti yang dulu.
Aku jengkel dengan perilakuku kenapa tidak ada cermin bahwa bertambah ilmu bertambah taat kepada-Mu.
Tak pernah ku sangka sejauh ini lari dari-Mu.
Aku berjanji untuk memperbarui niat,
Aku memohon kepada-Mu akan kekuatannya.
Muhasabah
"Tidak setiap orang memiliki hati bisa memahami, tidak setiap orang yang memiliki telinga bisa mendengar, dan tidak setiap orang yang memiliki mata bisa melihat. " -Ali
Dimas, 6 Desember 2024
Instruksi 5
"Berjuang"

Komentar
Posting Komentar