Pada hari kamis (17/04/2025) setelah “drama besar” di hari sebelumnya saat mengajar kelas 8F selama dua jam (yang penuh tantangan, penuh evaluasi, dan bikin kepala agak pening) hari ini saya datang dengan semangat baru, persiapan yang lebih matang, dan niat yang kuat, pokoknya tidak boleh jatuh di lubang yang sama dua kali.
Saya lanjutkan pembelajaran dengan materi “Meyakini Nabi dan Rasul Allah” dan tetap menggunakan model jigsaw. Tapi kali ini, saya tak mau mengandalkan satu cara saja. Saya kombinasikan dengan ceramah, diskusi, dan yang paling seru game interaktif ala-ala cerdas cermat pakai Wordwall. Game ini jadi senjata pamungkas saya buat membangkitkan energi mereka di akhir pembelajaran.
Alhamdulillah, dari awal sampai akhir pembelajaran kali ini berjalan jauh lebih tenang dan terarah. Saya juga lebih rileks karena semua sudah saya siapkan dengan baik, mulai dari materi, pembagian kelompok, hingga strategi cadangan. Dan yang bikin saya bahagia, anak-anak yang kemarin sulit banget diatur (yang masih tidur saat pelajaran dimulai, yang sibuk sendiri, yang malas buka buku) hari ini mulai menunjukkan perubahan, perlahan tapi pasti mereka mulai bisa ditata. Bahkan, saat sesi game dimulai, mereka langsung semangat, adu cepat angkat tangan, dan suasana kelas mendadak jadi “hidup” tapi tetap terkendali. Serius tapi fun, tegang tapi tetap happy.
Dari pengalaman kali ini saya belajar bahwa murid itu sebenarnya bisa berubah, asal gurunya nggak cepat nyerah dan mau belajar dari kesalahan. Kelas yang susah diatur pun bisa dilunakkan kalau pembelajaran kita menarik, menyenangkan, tapi tetap berbobot. Saya juga makin sadar bahwa mengelola kelas itu bukan cuma soal memberi materi, tapi soal seni yakni seni menciptakan suasana yang mendukung, menegaskan aturan, tapi tetap menyenangkan.
Perbaikan ke depan? Saya ingin terus upgrade diri. Nggak boleh puas, harus terus belajar dan adaptif. Saya sadar, menjadi guru bukan soal sempurna, tapi soal bagaimana kita terus bertumbuh, terus mencoba, dan tetap semangat meskipun kemarin sempat gagal.
Komentar
Posting Komentar