CERITA KECIL PERJALANAN RUANG & WAKTU
– BERSAMA GRUB AL-BANJARI DARUL MUTTAQIN
Banyak hal yang
menginspirasiku menulis singkat kenangan-kenangan yang unik dan pelajaran
berharga bagi penulis pribadi sebagai pembina ekstra Sholawat Al-Banjari di
sebuah lembaga TPQ yang terletak di Subontoro barat gang 1. Berjumlah sekitar
20 anak lebih jika digabungkan antara laki-laki dan perempuan. Yang rata-rata
berumur 9-12 tahun (ya kira-kira kelas 4 sampai kelas 6 ).
Tahun 2019 adalah Pertama kali
mengajar di TPQ Darul Muttaqin. dulu penulis masih berada di bangku MA kelas 1,
sebenarnya mengajar ini juga atas perintah guru saya ( Bu Khoir) untuk
menggantikan pengajar sebelumnya (Pak Riza) karena banyak kesibukan-kesibukan beliau,
sehingga saya di minta untuk menggantikan. Sebenarnya saya mengajar pun dalam
hati masih bimbang karena mengingat masih pelajar yang labil berumur kira-kira
16 tahun pada waktu itu. Tapi belajar dari pengalaman dulu-dulu mengajar di
banyak tempat alhamdulillah saya mulai memberanikan diri menghadapi anak-anak
yang random antara umur 9-12 dan ada juga yang masih kelas 1 SD.
Bersama adek-adek yang random,
namun pastinya memiliki karakter khas masing-masing. Membuat jiwa tertantang
untuk belajar satu demi satu karakter masing-masing. Problematika yang
heterogen ketika mengawali latihan mulai dari yang diam malu, ada yang bicara
sendiri, ada yang bermain, berlari-lari, ingin beli ini itu. Masyaallah, kadang
sebagai seorang yang masih labil ini, jiwa kesel kadang muncul. Tapi saya
ingat, saya mengajar bukan untuk mencerdaskan adek-adek yang saya didik, namun
saya hanya wasilah dari ilmu yang diberi Allah. Jadi, sabar adalah kuncinya.
Beberapa pekan berlalu,
semangat mengajar sekaligus belajar semakin meningkat beriringan dengan
semangat adek-adek dalam belajar. Mulai dari bagian penabuh terbang banjari dan
vokal serta backing vokalnya. Kesulitan-kesulitan diawal mengajar sempat terbayangkan
karena dengan hanya waktu 1 jam kurang di setiap 1 minggu dua kali (hari sabtu
dan minggu) dalam benak saya apa bisa mengajar dalam waktu singkat? (bisa sih
tapi ya lama hasilnya). Bayangan-bayangan kesulitan saya coba hilangkan, memang
tidak ada tuntutan dari pihak TPQ untuk segera bisa. Namun, hemat saya jika
tidak ada target dalam mengajar tentu saja hasilnya tidak jelas, anak-anak pun
pasti bosan dan tidak ada daya tarik sama sekali, TPQ pun juga
membuang-buang waktu menghabiskan uangnya untuk jajan saya, sedangkan hasilnya
tidak ada.
Selanjutnya saya mencoba
pasang target yang terpenting waktu itu dari latihan Al-Banjari adalah
bagaimana mereka bisa menabuh terbang banjari dengan ritme yang teratur dan
vokal- becking dapat menguasai lagunya. Karena, Tidak mungkin cukup waktunya
jika saya menggembleng mereka dengan target tinggi sedangkan kemampuan
masing-masing dari mereka juga berbeda-beda. Agaknya cara mengajar saya
terbilang cukup efektif waktu itu dengan latihan materi sedikit yang saya
sampaikan baik penabuh dan vokalnya, namun setiap menjelang latihan harus sudah
bisa materi baru.
Setelah melewati proses
berlatih yang lumayan lama akhirnya saya memberanikan diri untuk mendaftarkan
mereka di perlombaan Al-Banjari anak-anak antar TPQ SE-Mojoagung di Desa Betek
Kecamatan Mojoagung yang diikuti sekitar 10 grub lebih(di tahun 2021). Dari
kurang lebih 20 anak tadi, terseleksi 10 anak dari 5 penabuh banjari dan 5
vokal-backing. Ya namanya anak-anak saat latihan banyak hal yang unik, lucu dan
ngeselin lainnya (hufft). Waktu lomba ini benar-benar saya manfaatkan waktu semaksimal
mungkin untuk latihan dan memberikan wejangan-wejangan mengenai perlombaan.
Singkat cerita, Semua berkat
usaha kerja keras mereka selama latihan dan doa-doa dari para orangtua serta
guru-guru. Alhamdulillah mereka berhasil membawa pulang penghargaan piala juara
1 dan hadiah-hadiah lainnya. Senang rasanya ada sedikit perubahan dari
permulaan belajar dari zero (0) dengan rasa sabar,
optimis dan puncaknya adalah membuahkan hasil membawa kebanggaan. Namun yang
penting di maknai adalah ini masih tahap awal kita sama-sama membangun, jadi
tidak perlu senang berlebih atas penghargaan yang di raih. Sedangkan masih banyak lagi perlombaan lain dengan tantangan yang baru.
Setelah perlombaan ini, saya bersyukur banyak juga job undangan yang mulai berdatangan. Mengisi acara pernikahan dan juga berbagai Lailatus Sholawat yang diikuti. setidaknya beberapa foto ini mewakili beberapa acara yang mereka isi. dengan semangat dan perjuangan tak kenal lelah, serta support tenaga dan biaya dari para guru lain. saya benar-benar berterima kasih banyak.
Waktu demi waktu berlalu, dalam sebuah organisasi atau lembaga, kita pasti tahu bahwa setiap generasi ada masanya dan setiap masa ada generasinya. generasi awal dari adek-adek banjari sudah mulai digantikan dengan yang baru. karena memang sudah mulai memasuki tahun ajaran baru dan sebagian besar dari mereka banyak yang mondok. dan saya mulai mencoba melatih kembali dengan semangat baru pada generasi baru yang saya sebut Junior Darul Muttaqin.
Tak kalah luar biasa juga yang junior dengan seniornya dulu, "kecil-kecil cabe rawit" orang bilang, ya memang harus ada perubahan dari tahun sebelumnya. anak-anak junior yang rata-rata berumur 9-10 tahun ini tidak kalah semangatnya, belajar dari zero (0) namun mereka memiliki percaya diri yang tinggi. mungkin bagi saya lebih susah cara mengajar anak yang masih kecil ini dengan yang sebelumnya, namun resep yang saya terapkan juga masih sama. saya hilangkan pikiran sulit yang mengganggu dan saya coba dengan luwes lagi. alhamdulillah sedikit demi sedikit mereka mulai bisa. Job pertama juga pernah di isi, saat acara pernikahan di sanak kerabat Bu Khoir pembina lembaga TPQ(2023).
Sedikit hikmah yang saya dapat belajar dengan mereka adalah Menumbuhkan
rasa kebersamaan dan kekompakan dalam sebuah grub, komunitas. kelompok memang
cukup susah. Kadang sebagai pengajar tidak cukup sebagai pengajar yang sekedar
transfer keilmuan melalui kognitif anak didiknya, namun perlunya melatih sisi
afektif dan psikomotor anak didiknya dalam membangun kekompakan bersama grub,
berkomunikasi dan bergaul juga penting untuk di ajarkan. Merangkul banyak individu itu tidak semudah
membalik telapak tangan, namun perlu perjuangan tersendiri. (Ya mungkin dari
sini saya tahu sedikit bagaimana tirakat seorang guru untuk kesuksesan
murid-muridnya.)
Tujuan saya
pada kalian semua intinya membuat senang dengan sholawat, mencintai sosok yang
hak untuk di cintai yakni Nabi ﷺ bukan hanya sekedar menabuh banjari
dan melantunkan irama-irama Sholawat.
Doa
senantiasa tercurah pada kalian, semoga kalian semua sukses selalu, sesuai
dengan pasion masing-masing. Gali bakatmu, gali kompetensi dirimu, jangan
berhenti menuntut ilmu, banggakan kedua orang tuamu.
sedikit yang bisa saya ceritakan, kalau saya ceritakan semuanya ya banyak, pembaca pun pasti bosan.
terima kasih buat kalian yang mau baca sampai sini
جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا
Salam.
| COMEL KAN FOLLOW IG @darul_muttaqin.banjari |






Komentar
Posting Komentar